November 12, 2008
GRESIK(ilovepss)- Bermain di kandang, Gresik United justru kehilangan tuahnya. Laskar Joko Samudero' dipermalukan PSS Sleman 0-1 (0-0) dalam laga Divisi Utama di Stadion Petrokimia Gresik, Rabu (12/11). Satu-satunya gol dilesakkan Slamet Nurcahyo pada menit ke-59.
Slamet membungkam suporter GU ketika dengan tenang menyambut umpan silang dari Anton Hermawan dan melesakkannya ke gawang yang dikawal Dedy Iman. Sontak sekitar 20 Slemania -pendukung PSS Sleman- langsung bersorak kencang. Pada dua laga tandang sebelumnya , GU hanya bermain imbang tanpa gol melawan Persekabpas Kabupaten Pasuruan dan kalah 1-2 dari Persema Malang.
Kekalahan GU tak terlepas dari buruknya penyelesaian di lini depan. Brahima Traore yang turun sebagai starter tampak kelelahan dan kewalahan sejak menit awal. Padahal Khabib Sukron dan Jajang Paliama sudah mulai disiplin membangun serangan.
Selama babak pertama, sebetulnya GU mampu mengimbangi agresivitas PSS Sleman yang bermain cepat dan taktis lewat passing-passing pendek. Suplai umpan dari Jajang Paliama pun cukup memanjakan Brahima yang minim kawalan. Sayangnya, Brahima tampak kehabisan tenaga untuk berlari juga menendang bola.
Melihat ini, Sasi mengganti Brahima dengan Cristopher Oudensy ('50) yang justru lebih buruk lagi. Oudensy gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-63 dan menutup kesempatan GU untuk menyamakan kedudukan.
"Harus diakui, PSS Sleman lebih unggul, dan kami masih perlu banyak pembenahan. Di depan selalu jadi masalah kami, terutama soal ketenangan," ujar Sasi seusai pertandingan.
Sebaliknya PSS Sleman terlihat lebih nyaman bermain di luar kandang. Bermain disiplin dan gesit, tim yang diarsiteki Yudi Suryata ini lebih menguasai lapangan. Gelandang Slamet Nurcahyo pun tampil gemilang dengan berkali-kali mengancam gawang GU.
Slamet yang enerjik mampu menjelajah ke semua lini dan beradu dengan bek GU yang menjulang, Bernard Mamadou. Bekerjasama dengan Zaenal Ichwan di lini tengah, keduanya menjadi motor serangan sekaligus ujung tombak.
Peran striker Bahruddin dan Dicky Gautama memang tidak tampak. "Sebenarnya kami memang sedang krisis striker, tapi beruntung ada Slamet," ujar Yudi. Tim berjulukan 'Elang Jawa' ini memang harus kehilangan dua pemain asingnya Ricardo Diaz dan Alfredo Vera yang cedera.
(www.kompas.com)
Labels: From Newspaper