RSS FEED

Rekrut Pemain Produk Lokal

December 02, 2008

SLEMAN - Kabar gembira menghampiri klub lokal anggota PSS Sleman. Laskar Super Elang Jawa -julukan PSS- akan memakai kemampuan produk kompetisi internal pada putaran kedua Kompetisi Divisi Utama Ligina 2008/2009 wilayah timur.

"Kompetisi lokal PSS juga cukup besar. Dari itu pasti ada pemain yang layak bermain di kompetisi Divisi Utama," kata Sekretaris Manajer PSS Djaka Waluja kemarin (1/12).

Langkah tersebut dilakukan akibat tak kunjung selesainya krisis finansial. Beberapa pemain siap di-PHK lantaran dinilai tak memberikan kontribusi bagi tim.

Penghentian kontrak kerja akan berlaku bagi seluruh pemain. Artinya, tidak hanya pemain lokal yang terkena dampak krisis PSS. Legiun asing pun mendapatkan porsi sama jika rapornya merah.

"Kami tidak akan membedakan pemain asing dan lokal. Semua pemain yang tidak mampu menunjukkan kemampuan maksimalnya akan diganti dengan pemain lokal Sleman," tegas Djaka.

Menurut dia, target lolos Djarum Indonesia Super League (DISL) yang diemban manajemen PSS untuk kompetisi musim mendatang pupus sudah. Praktis, manajemen pun mengubah orientasi menjadi pembinaan pemain lokal.

Labels: ,


Read more!

Mulai Hari Ini Dibekukan: Krisis Dana, PSS Kolaps

December 01, 2008

SLEMAN - Eksistensi PSS Sleman dalam kancah Liga Utama 2008-2009, tengah di ujung tanduk. Tim Laskar Sembada ini dalam kondisi kolaps karena kehabisan dana, sehingga manajemen memutuskan untuk membekukan tim mulai Senin (1/12) hari ini hingga Minggu (7/12) mendatang.
Hal tersebut dibenarkan General Manajer PSS R Djoko Handoyo SH saat dihubungi KR, seusai melakukan evaluasi, tadi malam. ”Selama dibekukan, mess PSS ditutup dan pemain diliburkan. Ini terpaksa kita lakukan karena PSS kehabisan dana dan juga tetap tidak bisa menggunakan dana bantuan dari APBD,” ujarnya. Selanjutnya seluruh pemain, pelatih dan perangkat PSS lainnya, akan diundang pihak manajemen, pada Kamis (4/12) di Kantor Bappeda Sleman untuk menentukan sikap manajemen guna menghadapi putaran kedua. Pada pertemuan ini juga akan dilakukan rasionalisasi pemain. Saat dikonfirmasi, Ketua Umum PSS Drs H Ibnu Subiyanto yang baru saja pulang dari Swedia mengaku belum tahu pasti keputusan pembekuan tim PSS. Karena dirinya belum secara resmi menerima pemberitahuan soal (pembekuan) itu. ”Saya baru saja pulang dari kunjungan luar negeri dan belum menerima pemberitahuan soal pembekuan itu. Namun hal itu dimungkinkan sekali karena memang kondisi keuangan PSS sedang menghadapi masalah,” ujarnya, seraya menambahkan akan melakukan kontak dengan manajemen PSS. Sedang menurut Pelatih PSS Yudi Suryata, para pemain yang jauh dari Sleman, kemungkinan tidak akan menghadiri pertemuan itu jika tidak ada kepastian. ”Mereka yang jauh dari Sleman, kemungkinan tidak akan datang pada pertemuan, selama tidak ada kepastian,” tandasnya sembari menambahkan dia sendiri saat ini pasrah dan menunggu keputusan dari manajemen. Manajer Tim PSS Drs Rumadi yang dihubungi secara terpisah menyatakan, sebelum pertemuan itu para manajer sudah bertemu dan berunding apa yang harus dilakukan. Melihat hasil yang dicapai dalam putaran pertama, tampaknya PSS sudah sulit bersaing merebut tiket promosi ke Liga Super. Menurutnya, PSS dengan segala keterbatasan dana tetap mengikuti kompetisi sampai selesai. Maka ada beberapa hal yang akan disampaikan manajemen pada para pemain. Menurut rencana, diadakan kontrak ulang pada para pemain yang dipertahankan. PSS masih membutuhkan pemain andalan, namun tetap disesuaikan dengan keuangan, karena dana untuk putaran kedua saat ini masih dicari. Selanjutnya para pemain yang tak dipertahankan dipersilakan mencari klub lain. Ini dilakukan bukan karena para pemain itu jelek, namun untuk mengurangi biaya rutin PSS. Para pemain tersebut digantikan dengan pemain lokal untuk mengurangi biaya kontrak pemain. Manajemen juga akan menyelesaikan semua yang menjadi tanggung jawab PSS. Sebelum putaran kedua dimulai sudah tak ada masalah lagi buat para pemain atau yang lain. Terutama masalah gaji pemain yang belum terbayar, segera dilunasi sebelum memasuki putaran kedua. Sementara asisten pelatih tim Porda Sleman AG Purwanto telah disuruh salah satu manajer mencari minimal 6 pemain, guna masuk skuad PSS senior. Tapi ia belum berani memutuskan siapa-siapa yang diusulkan, karena belum bertemu dengan pelatih terutama posisi apa yang akan dibutuhkan. Pemain Muda Persis Para pemain muda Persis Solo dinilai mampu memberikan kontribusi menggembirakan dan jika ditangani serius diyakini menjadi modal penting dalam menghadapi putaran II nanti. Ketua Umum Persis FX Hadi Rudyatmo yang sejak awal memiliki komitmen kuat mengangkat pemain muda, tetap akan mengoptimalkannya. ”Ini yang kadang tidak dipahami pelatih. Kita getol membina pemain muda, tapi kalau tidak pernah diberi kesempatan dan kepercayaan mana bisa. Pelatih kadang lebih percaya pemain asing daripada pemain lokal, apalagi pemain yang masih muda,” tandasnya. Karena itu, lanjut Rudy, pihaknya tetap akan ikut mengamankan para pemain muda yang kini sudah mulai terlihat dedikasinya. Ini terbukti pada laga melawan PSS yang berhasil meraih kemenangan telak 4-0 banyak menampilkan pemain muda seperti Yanuar Ruspuspito dan Anindito. ”Kami akan terus mendampingi pelatih agar mau percaya dengan pemain-pemain muda. Kalau perlu penambahan materi baru dari stok pemain muda yang ada,” ujarnya.

Labels: ,


Read more!

Persis Gilas PSS Sleman

November 30, 2008


SOLO, SABTU - Persis Solo berhasil memenuhi ambisinya, setelah menggulung PSS Sleman 4-0, dalam pertandingan lanjutan Liga Indonesia Divisi Utama di Stadion Sriwedari Solo, Sabtu (29/11).

Empat gol Persis Solo dicetak oleh Wahyu Wiji Astanto pada menit ke-8, Yanuar Ruspuspito menit ke-30 dan 41. Sedangkan satu gol lagi tercipta melalui kaki kapten Persis Mouk Welele Sylvain, menit ke-56 pada babak kedua.

Persis sejak awal terus melakukan tekanan ke pertahanan PSS. Gol pertama Persis berawal dari serangan melalui sayap kanan Achdiat Penjawi. Dia kemudian memberi umpan silang langsung ke depan gawang PSS yang dijaga Agung Prasetyo. Umpan itu langsung disambut dengan sundulan Wahyu Wiji Astanto, 1-0.

Ketinggalan 1-0, PSS Sleman mencoba membalas. Namun, pertahanan mereka justru sering terbuka dan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Persis. Yanuar Ruspuspito yang lolos dari penjagaan pemain PSS mampu menambah keunggulan Persis pada menit ke-30. Yanuar kembali mencipta gol pada menit ke-41, setelah lolos dari jebakan offside.

Memasuki babak kedua, Persis kembali mendominasi permainan dan melengkapi kemenangan 4-0, setelah Mouk Welele Sylvain mencetak gol pada menit ke 56.

Pelatih PSS Sleman, Yudi Suryata mengatakan, pemainnya tampil sangat buruk dan tidak dengan jiwa dan raga sehingga selalu kalah dalam perebutan bola. Sebaliknya, pelatih Persis Edward Tjong mengaku puas dengan penampilan pemainnya.

"Di pertandingan terakhir putaran pertama ini, tim kami bermain bagus dan lepas sehingga bisa berkembang," kata Edward Tjong.

Labels: ,


Read more!