Mereka juga butuh uang...
Sebuah lirik lagu yang tepat untuk menggambarkan keadaan yang terjadi di dalam tubuh PSS, Klub Yang KAMI Banggakan. Pada hari senin 24 November 2008 tepat pukul 11, sebelum pertandingan PSS melawan Persema komunitas Slemania Cyber, mencoba untuk menyambangi mess pemain PSS di daerah Gejayan. Sayang ketika sampai di mess, pemain PSS sedang istirahat. Kedatangan kami disambut oleh salah satu official Tim PSS.
Kami kemudian menjelaskan tujuan kami datang ke mess tersebut. Kami utarakan bahwa kedatangan kami ingin menemui Anton, Agus "Grandong" Purwoko dan Slamet Nurcahyo serta Peter Liepede. Alasan kami memilih 4 nama pemain tersebut karena ke 4 pemain tersebut merupakan perwakilan dari Tim PSS. Anton sebagai Kapten, Grandong sebagai wakil dari pemain lokal asli Sleman, Nurcahyo sebagai Bintang Tim PSS dan Liepede sebagai wakil pemain asing. Maksud kami datang ke mess pemain PSS adalah untuk bersilaturahmi dan memberi dukungan moral kepada Tim Kebanggaan kami yang nasibnya sedang terpuruk dan kurang mendapat perhatian dari pengurusnya.
Siang itu kami hanya bisa bertemu dengan Anton dan Grandong karena yang lain sedang istirahat. Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih selama 30 menit tersebut kami bertanya apa yang sesungguhnya yang terjadi dengan PSS, bahasa gaulnya Ada Apa Dengan PSS? Anton dan Grandong kemudian menjelaskan tentang krisis yang menimpa PSS ini. menurut mereka seluruh Official dan Pemain PSS merasa maklum atau mengerti dengan apa yang dialami oleh PSS. Mereka menyadari jika apa yang dialami PSS ini juga menimpa Klub Sepakbola Indonesia lainnya. Namun yang sangat disayangkan oleh para Official dan pemain PSS adalah tidak adanya perhatian dari manajemen terhadap Tim. Mereka merasa tidak diperhatikan dan ditinggalkan oleh manajemen PSS. Menurut mereka saat ini pemain dan official PSS ini bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya. Selama ini pemain tidak pernah diajak berbicara oleh manajemen mengenai masalah krisis yang menimpa PSS. Selama ini pemain mengetahui krisis yang dialami PSS ini dari surat kabar yang terbit di Jogjakarta. Pemain dan official mengalami kebingungan ketika apa yang disampaikan di media massa kok rasa-rasanya malah menyudutkan pemain dan official, mulai dari isu pencoretan (yang seharusnya menjadi kewenangan pelatih dan sampai saat ini tim pelatih belum merekomendasikan siapapun untuk dicoret karena evaluasi baru akan dilakukan setelah putaran pertama berakhir) sampai dengan mempertanyakan loyalitas pemain kepada tim.
Kurangnya perhatian dari manajemen terhadap tim terasa ketika PSS memenangkan pertandingan melawan Gresik United. Tidak ada pengurus yang menemui pemain untuk sekedar mengucapkan selamat. Menurut Pemain PSS, mereka hanya dibebani target asal jangan degradasi oleh manajemen. Pemain juga merasa kecewa atas komentar pengurus di media massa yang menanyakan keloyalan pemain terhadap PSS. Menurut mereka kalau tidak loyal kepada PSS sudah dari awal pemain lebih baik tidak ikut bertanding. Sampai detik ini Tim masih loyal kepada PSS hal ini dibuktikan pemain tetap bertanding dengan semangat yang membara untuk membela PSS meski hak untuk Tim belum dapat dipenuhi. Pada intinya Pemain tidak mempermasalahkan hak yang belum dibayar namun seharusnya ada komunikasi langsung dari manajemen untuk membahas hal tersebut. Pemain juga mengharapkan agar manajemen memberikan perhatian kepada pemain menambah motivasi Tim dalam membela panji Elang Jawa.
Maksud komunitas Slemania Cyber meluncurkan wacana tentang S.O.P atau Save Our PSS baik di lingkungan stadion M.I.S (saat pertandingan), di web:
http://www.slemania.or.id dan di media yang terbit di Jogjakarta ini bukan semata mata untuk mencari sensasi agar komunitas Slemania cyber ini lebih dikenal publik namun kami hanya ingin membentuk opinion building (membangun opini) para pendukung PSS untuk lebih memperhatikan dan menunjukkan rasa kepedulian kepada PSS karena PSS saat ini sedang sakit. Untuk dapat menyembuhkan PSS dari sakit, PSS membutuhkan kepedulian dari kita semua baik moral dan finansial. Hal ini merupakan sebuah konsekuensi tegas bagi kita sebagai Pendukung PSS. Sebagai seorang Suporter PSS sejati kita harus memiliki pikiran "APA YANG SUDAH KITA BERIKAN KEPADA PSS" dan jangan berpikiran "APA YANG SUDAH PSS BERIKAN PADA KITA". Pendukung PSS hendaknya tetap memberikan dukungan kepada PSS apapun kondisinya dan apapun prestasinya. Saat ini kesetiaan kita terhadap PSS sedang mengalami ujian maka mari kita tunjukkan kepada dunia kalau kita merupakan Pendukung PSS sejati yang bisa membantu PSS bertahan hidup. Marilah kita jadikan PSS sebagai LOCAL HEROES! Tidak lama lagi kami akan segera meluncurkan Save Our PSS . Untuk itu, demi melancarkan Save Our PSS ini maka kami mengharapkan peran serta dan dukungan dari para Pendukung PSS. tentu Save Our PSS ini tidak akan jalan dan tidak akan sampai tujuan untuk menyelamatkan PSS jika kami tidak memperoleh dukungan dari para Pendukung PSS.
Yang terakhir, marilah kita buka mata buka hati hargai pemain PSS yang sudah berjuang dengan penuh semangat meski hasil yang diperoleh mengecewakan kita sebagai pendukung PSS. tentu hal ini ada sebabnya yaitu belum dipenuhinya apa yang menjadi hak dari pemain dan official PSS. Kita harus ingat bahwa pemain PSS juga manusia yang membutuhkan uang untuk melakoni hidup didunia. Bagaimana pemain PSS bisa bermain dengan tenang jika pikiran mereka tertuju pada nasib keluarga mereka yang menggantungkan hidupnya dari penghasilan mereka mengolah kulit bundar. Kami Yakin Pemain dan Official PSS akan tetap loyal kepada PSS dan bermain dengan sepenuh hati sewaktu membela panji panji Elang Jawa. Sekali lagi Salut untuk perjuangan Squad Elang Jawa
Save Our PSS!!!
Slemania Cyber
Born From CyberWorld Loyality For Elja
PSS..Klub..Yang..KAMI..Banggakan
PRIDE PSS 1976
(www.slemania.or.id)